Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Republik
Indonesia ke-69 tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan. Kampung Witi
yang berada di tengah hutan pedalaman Papua pun tidak ketinggalan dalam merayakan
hari kemerdekaan tersebut. Keterbatasan bukanlah halangan bagi anak-anak
Kampung Witi dalam menyemarakkan HUT RI ke-69 ini. Kondisi yang jauh dari
keramaian tidak mengurangi semangat mereka dalam berpartisipasi. Berikut adalah
suasana perlombaan hari kemerdekaan yang diadakan oleh tim Sakti Peksos Kampung
Witi bagi anak-anak setempat.
Perlombaan makan kerupuk bagi semua anak Kampung Witi
Betapa senangnya anak-anak ini
mengikuti perlombaan makan kerupuk. Mengingat di kampung mereka tidak ada
tempat untuk transaksi jual beli sehingga kerupuk adalah salah satu snack yang tergolong mewah bagi mereka.
Selain lomba makan kerupuk, tim Sakti Peksos juga mengadakan lomba gigit sendok dengan kelereng serta lomba balap ban sepeda.
Lomba gigit sendok dengan kelereng berdasarkan kelompok umur
Lomba balap ban sepeda di kompleks Kampung Witi
|
Setelah seharian bermain, kami memanggil anak-anak tersebut
untuk makan bersama. Sekali lagi menu yang kami sajikan sangat sederhana yaitu indomie
goreng. Namun, wajah antusias anak-anak tersebut seolah-olah menggambarkan kami
sedang menyajikan ayam goreng KFC :).
Makan bersama dalam rangka menjalin kebersamaan diantara anak-anak
Alasan kami menggunakan daun pisang
sebagai alas makan adalah selain menjalin rasa kebersamaan, Kampung Witi juga
belum memiliki sumber air bersih sehingga menggunakan daun pisang merupakan
plihan yang paling tepat.
Sekian cerita dari anak-anak Kampung
Witi, Komunitas Adat Terpencil yang rindu untuk bersekolah sehingga kelak
dapat memberikan kontribusi bagi kampung mereka bahkan untuk Papua dan
Indonesia.
No comments:
Post a Comment